Perfect Tidak sempurna

Sesaat di atas angin ku termenung melihat bekas bulan purnama kemarin, semua terasa terpenuhi, semua terasa mudah dan semua seakan terbang seperti buih buih sabun melankolis.

Apakah benar ?
Apakah setuju ?
Apakah iya ?

Hati ini berpaling dari realita, idealisme yang selalu menarik hati ke sisi yang lain, terasa sangat membingungkan, seperti ada yang terlupakan dari semua ini.

Kuhela nafas bayangkan semua proses terjadinya hingga seperti ini, dan memang kini kusadari ku tlah melupakannya, zat yang menciptakanku hingga bisa bernafas di dunia ini, zat yang memberikanku roh dalam kandungan 3 bulan.

Maafkan aku yang telah melupakanmu, tanpamu hidupku takkan pernah sempurna.

-M Humaam Al-

Advertisements
Tagged ,

Leave a Reply, Folks.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: