20 gelas kopi

Dua gelas kopi untuk pagi ini, “bangun bangun bangun, hei hatiku ayolah bangun” kataku.

Namun dia tetap terlelap dalam hangatnya selimut tebal bercorak abu.

Apakah ku harus minum kopi lebih banyak, tiga gelas, empat gelas, lima gelas, mungkin sampai dua puluh gelas.

“Kalau kamu tak bangun juga, jangan harap akan ku perhatikan lagi” gumamku.

Dia tetap terlelap tak hiraukan gumamku, seperti sedang asik dengan mimpinya dari malam.

“Aah mungkin memang harusnya begini” bisikku agar tak mengganggu tidurnya

Lebih baik ku biarkan hatiku tetap tidur, dari pada terbangun dan dia kembali murung sepanjang hari.

Tapi aku percaya suatu saat pasti akan datang, dimana hatiku terbangun dan ceria kembali melihat pasangan hatinya yang lebih baik kembali lagi padanya.

Advertisements

Leave a Reply, Folks.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: