Cin itu bukan Ta

Sore yang membiru, sepi hanya ada siulan angin dan lagu sendu mendayu tak bersemangat.

Ku berdiri dan duduk lalu kembali berdiri lagi seperti orang linglung mencoba untuk menenangkan hatinya sendiri.

Lalu terlintas begitu saja pertanyaan dari hatiku yang membuatku tersentak dari malasku.

“Apa itu cinta ?” gumam hatiku.

Aku diam tak berkata, mulutku seolah berat, pita suaraku seolah bisu.

Ku tengok ke belakang tak ada jawaban.

Ku tengok ke atas tak ada jawaban juga.

Ku tengok ke depan dan tetap saja tak ada jawaban.

Akhirnya ku buka buku harian kusam catatan otakku masa lalu, mencoba untuk mencari jawaban hatiku yang sedang gundah.

Detik, menit, dan jam pun berlalu seiring lembar lembar yang ku buka.

“Akhirnya” kataku dengan girang.

“Aku tahu jawabannya” teriakku sambil membangunkan hatiku yang terlelap menunggu lama.

Cinta itu indah, tapi terkadang kejam.

Cinta itu bahagia, tapi terkadang menyedihkan.

Cinta itu hidup, tapi terkadang mati.

Cinta itu singgah,tapi terkadang pergi.

Cinta itu obat, tapi terkadang racun.

Cin itu bukan ta, Ka itu bukan sih, Sa itu bukan yang.

“Jadi kesimpulannya cinta itu tak selamanya seperti cinta, terkadang cinta itu manis, tapi terkadang cinta itu pahit ketir jika kau sungguh benar benar merasakannya” kataku pada hatiku yang terlihat sangat tertarik oleh jawabanku.

“Kapan dapat kurasakan cinta lagi ?!” kata hatiku tiba tiba.

Lalu aku diam.

Advertisements
Tagged

Leave a Reply, Folks.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: