IF

houlders-of-giants

“Yah, kita nunggu siapa disini ?” Anak kecil polos dengan jaket berlapis, duduk di atas koper, yang resletingnya hampir dol karena terlalu penuh.

“Sabar ya, kita tunggu sebentar lagi, mudah mudahan masih ada bus malam yang lewat” Seorang Ayah yang memakai kemeja lusuh menjawab pertanyaan sang anak. “Kamu dingin, nak ?” Sambungnya, sambil mengancingkan jaket anaknya sampai penuh.

“Iya sedikit, tapi nanti di rumah Nenek pasti hangat, banyak kue-kue, banyak saudara juga, waaaah pasti seru, iya kan, yah ?”

“Iya…” Jawab sang Ayah bersamaan dengan senyum hangat bergurat di wajahnya yang penuh keriput.

“Horeeee” Anak itu berlarian mengelilingi kardus kardus barang bawaan sang Ayah.

Dan mereka pun tetap menunggu sampai malam larut, di perempatan jalan penuh rintik, bahagiakah mereka ?.

Entahlah, gue seringkali berimajinasi cakap sama apa yang gue lihat, ya contohnya mereka, seorang Ayah sama Anaknya yang lagi nunggu bis dengan barang bawaan banyak, sedangkan gue, duduk di dalem mobil nyaman bareng keluarga, gak kedinginan, gak kehujanan, gak bawa barang berat, dan gue bisa ngebayangin rasanya, jadi orang yang di sebrang jalan itu, ya… seperti mereka.

Lo udah bersyukur ?”

Yup, kata-kata itu yang seringkali muncul di kepala gue.

Mungkin dari segelintir orang, bakalan ada yang nganggap remeh sama pertanyaan itu, “Ya buat apa, toh masih banyak yang harus dipenuhi, ini semua belum cukup, gue belum puas sama apa yang gue dapet sekarang”, kira-kira sih kayak gitu. Biar lebih enak, gue kasih contoh deh, tipe-tipenya kayak gimana.

OPEN YOUR MIND, BUKAA BUKAAAAAAAA !@#$%

1. Ngapain gue harus bersyukur.

Vero anak paling kaya di kampungnya, kaya dari hasil orang tuanya tentunya, dia suka foya-foya, kalo ngeliat duit masih tebel di dompet, bawaanya gatel pengen di beliin apa aja yang dia pengen, gak pernah cukup dengan apa yang dia punya. Suatu hari temen kuliahannya yang notabene berbanding kebalik dari Vero, nanya “Ver, lo suka bersyukur gak sih sama apa yang lo punya sekarang ?”, “Ngapain gue bersyukur, kalo gue belum puas..” jawabnya. Iya terkadang kepuasan itu gak akan kita temuin kalo kita gak pernah bersyukur. Yup, bersyukur tuh ibaratkan dari klimaks yang bawa kita ke klimaks yang super klimaks selanjutnya.

2. Bersyukur sih, tapi..

Vero adalah orang yang berkecukupan, setiap harinya dia kerja keras buat impiannya sendiri, ibadahnya juga pakem banget. But, sometimes dia suka ngeluh, “Kenapa gak di lahirin dari orang kaya aja, kan enak.. gak usah capek capek banting tulang buat dapet kehidupan yang layak..”. Meen, semua udah ada jalannya, gak ada yang instan, semua itu butuh proses, gak akan mungkin lo tiduran terus tiba-tiba nemu duit sekoper di bawah kasur. Boleh sih ngeluh, tapi jangan ampe bikin stuck, yang bikin males ngejar impian lo sendiri huhu. Ya yang paling penting lo harus belajar gimana cara menyukuri proses yang lo capai, and at least.. achievement will be your gifthuraaay.

3. Bersyukur aja..

Vero anak orang miskin yang kesehariannya bantuin emaknya jualan kue balok, makan cuma bisa dua kali sehari, itupun kalo ada lauknya, tapi dia gak pernah lupa buat bersyukur sama apa yang dia dapetin, ya meski gak bisa lebih dari orang lain, dia masih bisa makan seadanya, masih bisa kumpul bareng keluarganya, masih bisa ketawa bareng adek-adeknya, dan iya… mensyukuri masih bisa diberi kehidupan.

Ya gue tau sih, watak orang beda beda, ada yang mikir jauh kesana, ada juga yang gak mikirin sama sekali. But, at least.. gimana ceritanya kalo kita dihadepin sama kata IF”.

Eh bentar, gue dari tadi ngomong panjang lebar kali tinggi sama dengan belom nyapa kalian gitu ahahaha

HALOOOO SEMUAAAAH :))

Oke, udah gitu aja.

Iya, apa ceritanya kalo kita di di di di #sorrygagap dihadepin sama kata “IF”. Oke deh gue kasih contoh.

“IF”

1991
Gue lahir di sebuah rumah bilik, pake dukun beranak, gentengnya bocor, oya ceritanya lagi hujan, terus dukunnya kepeleset kepalanya kena baki ketuban, bisul pantatnya kepencet, meninggal, terus gue di salahin atas kematian si dukun. Di pidana hukum penjara lima tahun, semua masa balita gue sirna. TIDAAAAAAAK !!

Emm…he…err..
Oke yang ini serius !@#$

1991
Lahir dari rahim seorang ibu bersuami tukang kebun.

1995
Belum bisa masuk TK gara-gara masalah biaya di keluarga.

1996
Pas ulang tahun ke-5, Ibu meninggal karena keguguran adik yang paling di idam-idamkan.

2000
Masih belum bisa sekolah, akhirnya bantuin Bapak ngurus kebun.

2005
Udah mulai jualan gorengan keliling kampung buat bantuin bapak yang sering sakit-sakitan.

2008
Bapak udah gak bisa kerja, sakitnya mulai parah, penghasilan dari jualan gak cukup buat nebus obat.

2010
Bapak satu-satunya keluarga, meninggal.

2013
Rumah bilik, taman kecil, baju lusuh, kasur yang kapuknya hampir keluar, lentera, iya.. cuma itu. Ketika hanya ada aku, diriku dan mereka, benda-benda mati peninggalan orang tuaku.

NAH LO !@#$

Coba bayangin kalo lo yang jadi si anak tukang kebun tadi, apakah bahagia ?. Coba lihat sekeliling lo, pas sekarang lagi baca, suasananya anget gak ?, nyaman gak ?. THAT’S THE POINT, terkadang kata “IF” tuh emang harus banget kita maknain, full of feelin gitu, jangan galau aja lo yang di feeling-in terus.

“EMANGNYA LO ENGGAK, AM ?”

Sometimes…., sih bleee :P #mengelakgalau

Jujur, gue suka nonton acara acara TV (Televisi #kaliajagaktau) kayak “Orang Ping*iran” #sensor. Iya, acara ORANG PINGGIRAN ini kadang-kadang suka bikin gue lebih sedih nangis-nangis bersyukur dengan apa yang gue punya sekarang ini. Meski dulu sempet cengin temen gue yang………

*Theme Song Tali Aura Kasih*

“Hiks………………….” Temen gue nangis depan TV (Televisi #kaliajalupa)

“KENAAAAPA LOOO NANGIS HAHAHAHA” Gue emang seorang teman biadab.

“Ini acaranya sedih banget masa, Ibu-ibu udah tua banting tulang buat anak-anaknya makan hiks”

“AHAHA LEMAH LO, NONTON GITUAN AJA NAGIS, LE TO THE MAH, PAYAH !!” Iya, gue “lebih” dari seorang teman biadab.

Dan sekarang gue kena karma. #nangis #pelukTVdaribelakang

Jadi intinya sih, lo harus bersyukur dengan apa yang lo punya sekarang. Kalo lo mikir kasur lo kurang empuk, di luar sana masih banyak yang nge-empuk empukin kardus buat tidur. Kalo lo mikir makanan yang lo makan gak enak gara-gara gak sama kayak #foodpic di instagram, di luar sana masih banyak yang nge-enak enakin makanan bekas kemaren. Dan kalo lo masih mikir kalo jomblo itu gak enak, di luar sana………… emm iya sih jomblo emang gak enak mau dimana-mana juga, huhuhu #pelukanimutbareng. You will never feel enough, but be thankful with what you have first.

“Dengan melihat kebawah kita akan merasa lebih, dengan melihat ke atas kita akan merasa tak cukup, kenapa tidak melihat kedepan dan lari, agar semua cukup dan sampai ke tujuanmu dengan penuh syukur.”

So guys, kalo kalian punya cerita kayak gue atau apapun itu, you can share it on comment box below :)

CIAOO FREAAAAKY !!
SEE YA NEXT TIME….!@#$%
#tebarairmata

P.S. : Oya cuma satu yang gak pernah cukup…, apa coba ? haha, yup.. ILMU, thanks for reading ya guys, terus jangan lupa sama satu kata itu, “IF”, “If I can hold tight your hand tonight.” #EAAA #XURXOL #PFFFT

Advertisements
Tagged , , , ,

4 thoughts on “IF

  1. Fierza Fahmi Fajri says:

    One things. When people ask another people, “what happen to you? You have a lot of money. Why cry?”, the another people said, “i can buy anything i want with this, but i can’t buy some happiness like a child who get some pieces of bread after fasting 5 days”.
    I think, much people “see”. But, sometimes they never “feel” about what they “see”. Just cry, no act.

  2. N'ci says:

    Hehe 4 jempol temaaannn,,, :) hidup lebih indah jika kita selalu bersyukur,,, meskipun gendut, kurus, hehe bersyukur jalan terus,,, hahahaha,,,

Leave a Reply, Folks.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: