Tag Archives: Hidup

IF

houlders-of-giants

“Yah, kita nunggu siapa disini ?” Anak kecil polos dengan jaket berlapis, duduk di atas koper, yang resletingnya hampir dol karena terlalu penuh.

“Sabar ya, kita tunggu sebentar lagi, mudah mudahan masih ada bus malam yang lewat” Seorang Ayah yang memakai kemeja lusuh menjawab pertanyaan sang anak. “Kamu dingin, nak ?” Sambungnya, sambil mengancingkan jaket anaknya sampai penuh.

“Iya sedikit, tapi nanti di rumah Nenek pasti hangat, banyak kue-kue, banyak saudara juga, waaaah pasti seru, iya kan, yah ?”

“Iya…” Jawab sang Ayah bersamaan dengan senyum hangat bergurat di wajahnya yang penuh keriput.

“Horeeee” Anak itu berlarian mengelilingi kardus kardus barang bawaan sang Ayah.

Dan mereka pun tetap menunggu sampai malam larut, di perempatan jalan penuh rintik, bahagiakah mereka ?.

Entahlah, gue seringkali berimajinasi cakap sama apa yang gue lihat, ya contohnya mereka, seorang Ayah sama Anaknya yang lagi nunggu bis dengan barang bawaan banyak, sedangkan gue, duduk di dalem mobil nyaman bareng keluarga, gak kedinginan, gak kehujanan, gak bawa barang berat, dan gue bisa ngebayangin rasanya, jadi orang yang di sebrang jalan itu, ya… seperti mereka.
Hmm..lanjut yu !

Tagged , , , ,

Mesin Waktu Pattinson

Selamat malam buat kalian para korban php, korban di selingkuhin dan korban pemerkosaan om gay, terkadang sesuatu itu gak bisa kita paksain, ada yang ngejauh saat kita kejar, ada juga yang dateng saat kita acuh, yah emang rumit sih kalo menurut gue, tapi gak serumit mata kuliah  kalkulus yang bikin mahasiswa cepirit di angkot gara gara ngulang 7x.

Benang merah dari cerita yang gue tulis sekarang adalah “penyesalan”, ya penyesalan gak akan ada di awal, semua udah di atur agar kita bisa nentuin keputusan yang baik di awal cerita, gue nulis ini karena gue pernah ngambil keputusan yang menurut gue salah, keputusan yang bikin gue menyesal udah acuhin orang yang bener bener tulus sayang ma gue dulu, dan itu bikin hari hari gue sekarang penuh dengan penyesalan dan air mata.
Continue reading

Tagged , , , , , , , , , , ,

Perfect Tidak sempurna

Sesaat di atas angin ku termenung melihat bekas bulan purnama kemarin, semua terasa terpenuhi, semua terasa mudah dan semua seakan terbang seperti buih buih sabun melankolis.

Apakah benar ?
Apakah setuju ?
Apakah iya ?

Hati ini berpaling dari realita, idealisme yang selalu menarik hati ke sisi yang lain, terasa sangat membingungkan, seperti ada yang terlupakan dari semua ini.

Kuhela nafas bayangkan semua proses terjadinya hingga seperti ini, dan memang kini kusadari ku tlah melupakannya, zat yang menciptakanku hingga bisa bernafas di dunia ini, zat yang memberikanku roh dalam kandungan 3 bulan.

Maafkan aku yang telah melupakanmu, tanpamu hidupku takkan pernah sempurna.

-M Humaam Al-

Tagged ,